SEJARAH ISLAM DI INDONESIA Bag.4

JATUHNYA MAJAPAHIT

   Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14, kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah. Setelah wafatnya Hayam Wuruk pada tahun 1389, Majapahit memasuki masa kemunduran akibat konflik perebutan takhta. Pewaris Hayam Wuruk adalah putri mahkota Kusumawardhani, yang menikahi sepupunya sendiri, pangeran Wikramawardhana. Hayam Wuruk juga memiliki seorang putra dari selirnya Wirabhumi yang juga menuntut haknya atas takhta. Perang saudara yang disebut Perang Paregreg diperkirakan terjadi pada tahun 1405-1406, antara Wirabhumi melawan Wikramawardhana. Perang ini akhirnya dimenangi Wikramawardhana, semetara Wirabhumi ditangkap dan kemudian dipancung. Tampaknya perang saudara ini melemahkan kendali Majapahit atas daerah-daerah taklukannya di seberang. Telah diketahui dalang dari perang saudara tersebut ialah ulah dari “walisongo” yang datang untuk menengahkan masalah perebutan takhta kerajaan tersebut, tetapi bukannya menengahkan para “walisongo” malah memicu perang saudara di dalam kerajaan. Dan telah diketahui “walisongo” memecah belah keturunan2 majapahit dikarenakan ingin memecah belah agama Islam ditubuh kerajaan majapahit yg kemudian mereka mendirikan kerajaan Demak.

Konflik Pendirian Kerajaan Demak dan Majapahit pada Masa Raden Fatah

Versi Perang antara Demak dan Majapahit diberitakan dalam naskah babad dan serat, terutama Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda. Dikisahkan, Sunan Ampel “walisongo” melarang Raden Patah memberontak pada Majapahit karena meskipun berbeda agama, Brawijaya tetaplah ayah Raden Patah. Namun sepeninggal Sunan Ampel, Raden Patah tetap menyerang Majapahit. Brawijaya moksa dalam serangan itu. Untuk menetralisasi pengaruh agama lama (maksudnya syari’at lama islam) yaitu  “Aswaja” yg kemudian memasukkan syari’at baru yaitu “Syiah” yg berbau syirik dan mistik dipulau jawa dan bali, kemudian Sunan Giri menduduki takhta Majapahit selama 40 hari ,untuk apa sunan giri menduduki takhta kerajaan majapahit sementara walisongo lainnya “sunan ampel” malah menyuruh raden patah untuk tidak memberontak kepada majapahit? (itu jelas2 hasutan provokasi dari kubu walisongo), kemudian raden patah malah mendirikan kerajaannya sendiri yaitu Kerajaan Demak.

Berikut dalil dari ayat AL-Qur’an tentang fakta sejarah majapahit disaat perebutan takhta yang mengakibatkan perang saudara yang disebabkan oleh “walisongo”:

﴾ An Naml:45 ﴿
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada (kaum) Tsamud saudara mereka Shaleh (yang berseru): “Sembahlah Allah”. Tetapi tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan yang bermusuhan.
﴾ An Naml:46 ﴿
Dia berkata: “Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat”.
﴾ An Naml:47 ﴿
Mereka menjawab: “Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu”. Shaleh berkata: “Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji”.
﴾ An Naml:48 ﴿
“Dan adalah di kota itu sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan.”
Dahulu di bumi nusantara ini pernah juga ditinggali oleh nabi saleh AS untuk berdakwah kepada kaum Tsamud, tetapi kaum tsamud mengingkarinya, dengan menyembelih unta yg diberi oleh nabi saleh as dari ALLAH SWT disaat sepeninggalan (setelah wafatnya) nabi saleh as , ada kemungkinan ini dikarenakan mereka telah terprovokasi oleh para “walisongo” yg telah terhasut oleh godaan wanita untuk ikut menyembelih unta tersebut sehingga mereka menjadi 2 golongan yg bermusuhan (lihat artikel kaum tsamud dan walisongo yg tergoda oleh wanita di link berikut :http://wp.me/p3gX77-66) , dan semua ini membuktikan fitnah akhir zaman telah dimulai pada zaman para “walisongo” melakukan provokasi ajaran2 yg menyimpang dari sunnah rosul SAW di bumi nusantara ini..wallahu’alam.

Juga ada kemungkinan ramalan jayabaya yg disimpan oleh orang2 jawa terdahulu itu ialah sebuah manuskrip hadits dari nabi2 atau para keturunannya yg pernah tinggal dibumi nusantara ini (bisa itu dari nabi sulaiman as, nabi saleh as, atau yg lainnya), mereka orang2 jawa pada masa sekarang ini menganggap manuskrip jayabaya (zaman keemasan) sebagai ramalan dari leluhur mereka dahulu, padahal itu adalah sebuah hadits yg diterjemahkan dalam bahasa jawa, dan ada kemungkinan kenapa manuskrip jayabaya itu dikatakan manuskrip ramalan leluhur jawa dikarenakan ada sekelompok leluhur jawa dahulu yg terkena fitnah akhir zaman yg diprovokatori oleh para “walisongo”, karena mengingat banyak orang yg menganggap manuskrip ini dari kelompok “walisongo”, mungkin para leluhur jawa yg terkena fitnah akhir zaman yg dimulai sejak dahulu itu ialah para keturunan kerajaan majapahit yg telah menyimpan hadits itu dari nabi2 terdahulu..wallahu’alam

lihat manuskrip uga siliwangi berikut yg  menyatakan bahwa sejarah kita telah ditukar atau dibuat2 bahkan ada yg dijual ! :

”Daréngékeun! Nu kiwari ngamusuhan urang, jaradi rajana ngan bakal nepi mangsa: tanah bugel sisi Cibantaeun dijieun kandang kebo dongkol. Tah di dinya, sanagara bakal jadi sampalan, sampalan kebo barulé, nu diangon ku jalma jangkung nu tutunjuk di alun-alun. Ti harita, raja-raja dibelenggu. Kebo bulé nyekel bubuntut, turunan urang narik waluku, ngan narikna henteu karasa, sabab murah jaman seubeuh hakan.
Ti dinya, waluku ditumpakan kunyuk; laju turunan urang aya nu lilir, tapi lilirna cara nu kara hudang tina ngimpi. Ti nu laleungit, tambah loba nu manggihna. Tapi loba nu pahili, aya kabawa nu lain mudu diala! Turunan urang loba nu hanteu engeuh, yén jaman ganti lalakon ! Ti dinya gehger sanagara. Panto nutup di buburak ku nu ngaranteur pamuka jalan; tapi jalan nu pasingsal!
Nu tutunjuk nyumput jauh; alun-alun jadi suwung, kebo bulé kalalabur; laju sampalan nu diranjah monyét! Turunan urang ngareunah seuri, tapi seuri teu anggeus, sabab kaburu: warung béak ku monyét, sawah béak ku monyét, leuit béak ku monyét, kebon béak ku monyét, sawah béak ku monyét, cawéné rareuneuh ku monyét. Sagala-gala diranjah ku monyét. Turunan urang sieun ku nu niru-niru monyét. Panarat dicekel ku monyet bari diuk dina bubuntut. Walukuna ditarik ku turunan urang keneh. Loba nu paraeh kalaparan. ti dinya, turunan urang ngarep-ngarep pelak jagong, sabari nyanyahoanan maresék caturangga. Hanteu arengeuh, yén jaman geus ganti deui lalakon.”

  • ”Dengarkan! yang saat ini memusuhi kita (yahudi zionis), akan berkuasa hanya untuk sementara waktu: tanahnya kering (tanah palestina/israel) padahal di pinggir sungai Cibantaeun dijadikan kandang kerbau kosong. Nah di situlah, sebuah negara akan pecah, pecah (konflik peperangan) oleh kerbau bule, yang digembalakan (berkonspirasi dengan) oleh orang yang tinggi dan memerintah di pusat kota (pemerintah dan presiden munafik). Semenjak itu, raja-raja dibelenggu (dibelenggu oleh nafsu keduniawian dan simpatik barat). Kerbau bule memegang kendali, dan keturunan kita hanya jadi orang suruhan (orang2 zaman sekarang menjadi budak/bekerja dengan orang2 luar/non muslim). Tapi kendali itu tak terasa sebab semuanya serba dipenuhi dan murah serta banyak pilihan(orang2 zaman sekarang banyak yg lalai dengan amalan akhirat dikarenakan banyak nafsu duniawinya).Semenjak itu, pekerjaan dikuasai monyet (pekerjaan2 kita di pantau dan dikendalikan oleh orang2 yahudi, melalui teknologi). Suatu saat nanti keturunan kita akan ada yang sadar, tapi sadar seperti terbangun dari mimpi. Dari yang hilang dulu semakin banyak yang terbongkar. Tapi banyak yang tertukar sejarahnya, banyak yang dicuri bahkan dijual! Keturunan kita banyak yang tidak tahu, bahwa jaman sudah berganti! (zaman sudah berganti dari zaman yg bersistem pemerintahan diktator demokrazi menjadi zaman menuju zaman keemasan, yg dimana terdapat banyak huru-hara dan peperangan sebelum zaman keemasan) Pada saat itu geger di seluruh negara. Pintu dihancurkan oleh mereka para pemimpin (pemimpin2 pemerintah berkhianat kepada musuh), tapi pemimpin yang salah arah!Yang memerintah bersembunyi, pusat kota kosong, kerbau bule kabur. Negara pecahan diserbu monyet! (negara Indonesia diserbu oleh kaum yahudi zionis!) keturunan kita enak tertawa, tapi tertawa yang terpotong, sebab ternyata, pasar habis oleh penyakit, sawah habis oleh penyakit, tempat padi habis oleh penyakit, kebun habis oleh penyakit, perempuan hamil oleh penyakit. semuanya diserbu oleh penyakit. Keturunan kita takut oleh segala yang berbau penyakit. Semua alat digunakan untuk menyembuhkan penyakit sebab sudah semakin parah. yang mengerjakannya masih bangsa sendiri. Banyak yang mati kelaparan. Semenjak itu keturunan kita banyak yang berharap bisa bercocok tanam sambil sok tahu membuka lahan. Mereka tidak sadar bahwa jaman sudah berganti cerita lagi.”

“Engké, mun geus témbong budak angon! Ti dinya loba nu ribut, ti dapur laju salembur, ti lembur jadi sanagara! Nu barodo jaradi gélo marantuan nu garelut, dikokolotan ku budak buncireung! Matakna garelut? Marebutkeun warisan. Nu hawek hayang loba; nu boga hak marénta bagianana. Ngan nu aréling caricing. Arinyana mah ngalalajoan. Tapi kabarérang.”
artinya : “Nanti, saat munculnya anak gembala! di situ akan banyak huru-hara, yang bermula di satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara. yang tidak tahu menjadi gila dan ikut-ikutan menyerobot dan bertengkar. Dipimpin oleh pemuda gendut! Sebabnya bertengkar? Memperebutkan tanah. Yang sudah punya ingin lebih, yang berhak meminta bagiannya. Hanya yang sadar pada diam, mereka hanya menonton tapi tetap terbawa-bawa.”
analisis berdasarkan yg Haq dan yg bathil : ketika anak gembala atau imam mahdi satrio piningit muncul, perang dunia ke 3 telah pecah, banyak huru hara di setiap negara termasuk Indonesia, disaat itu orang2 kafir dan umat muslim yg berkhianat di pimpin oleh pria Gendut yg memperebutkan tanah, siapa pria gendut ini? dan tanah negara mana yg dia perebutkan? kalian pasti tahu, dia ialah DAJJAL LAKNATULLAH yg memperebutkan/mengambil paksa tanah palestina, juga tanah2 negara2 di seluruh dunia untuk mendirikan “Israel Raya”.

Lihat dan pahami manuskrip uga siliwangi berikut yg mirip dengan hadits rosulullah SAW tentang keutamaan negeri SYAM :
“Lalakon urang ngan nepi ka poé ieu, najan dia kabéhan ka ngaing pada satia! Tapi ngaing henteu meunang mawa dia pipilueun, ngilu hirup jadi balangsak, ngilu rudin bari lapar. Dia mudu marilih, pikeun hirup ka hareupna, supaya engké jagana, jembar senang sugih mukti, bisa ngadegkeun deui Pajajaran! Lain Pajajaran nu kiwari, tapi Pajajaran anu anyar, nu ngadegna digeuingkeun ku obah jaman! Pilih! ngaing moal ngahalang-halang. Sabab pikeun ngaing, hanteu pantes jadi Raja, anu somah sakabéhna, lapar baé jeung balangsak.”
“Daréngékeun! Nu dék tetep ngilu jeung ngaing, geura misah ka beulah kidul! Anu hayang balik deui ka dayeuh nu ditinggalkeun, geura misah ka beulah kalér! Anu dék kumawula ka nu keur jaya, geura misah ka beulah wétan! Anu moal milu ka saha-saha, geura misah ka beulah kulon!”
“Daréngékeun! Dia nu di beulah wétan, masing nyaraho: Kajayaan milu jeung dia! Nya turunan dia nu engkéna bakal maréntah ka dulur jeung ka batur. Tapi masing nyaraho, arinyana bakal kamalinaan. Engkéna bakal aya babalesna. Jig geura narindak!”
“Dia nu di beulah kulon! Papay ku dia lacak Ki Santang! Sabab engkéna, turunan dia jadi panggeuing ka dulur jeung ka batur. Ka batur urut salembur, ka dulur anu nyorang saayunan ka sakabéh nu rancagé di haténa. Engké jaga, mun tengah peuting, ti gunung Halimun kadéngé sora tutunggulan, tah éta tandana; saturunan dia disambat ku nu dék kawin di Lebak Cawéné. Ulah sina talangké, sabab talaga bakal bedah! Jig geura narindak! Tapi ulah ngalieuk ka tukang!”
“Dia nu marisah ka beulah kalér, daréngékeun! Dayeuh ku dia moal kasampak. Nu ka sampak ngan ukur tegal baladaheun. Turunan dia, lolobana bakal jadi somah. Mun aya nu jadi pangkat, tapi moal boga kakawasaan. Arinyana engké jaga, bakal ka seundeuhan batur. Loba batur ti nu anggang, tapi batur anu nyusahkeun. Sing waspada!”
Artinya :
(1).“Perjalanan kita hanya sampai disini hari ini, walaupun kalian semua setia padaku! Tapi aku tidak boleh membawa kalian dalam masalah ini, membuat kalian susah, ikut merasakan miskin dan lapar. Kalian boleh memilih untuk hidup kedepan nanti, agar besok lusa, kalian hidup senang kaya raya dan bisa mendirikan lagi Pajajaran! Bukan Pajajaran saat ini tapi Pajajaran yang baru yang berdiri oleh perjalanan waktu! Pilih! aku tidak akan melarang, sebab untukku, tidak pantas jadi raja yang rakyatnya lapar dan miskin.”
(2).”Dengarkan! Yang ingin tetap ikut denganku, cepat memisahkan diri ke selatan! Yang ingin kembali lagi ke kota yang ditinggalkan, cepat memisahkan diri ke utara! Yang ingin berbakti kepada raja yang sedang berkuasa, cepat memisahkan diri ke timur! Yang tidak ingin ikut siapa-siapa, cepat memisahkan diri ke barat!”
(3).”Dengarkan! Kalian yang di timur harus tahu: Kekuasaan akan turut dengan kalian! dan keturunan kalian nanti yang akan memerintah saudara kalian dan orang lain. Tapi kalian harus ingat, nanti mereka akan memerintah dengan semena-mena. Akan ada pembalasan untuk semua itu. Silahkan pergi!”
(4). “Kalian yang di sebelah barat! Carilah oleh kalian Ki Santang! Sebab nanti, keturunan kalian yang akan mengingatkan saudara kalian dan orang lain. Ke saudara sedaerah, ke saudara yang datang sependirian dan semua yang baik hatinya. Suatu saat nanti, apabila tengah malam, dari gunung Halimun terdengar suara minta tolong, nah itu adalah tandanya. Semua keturunan kalian dipanggil oleh yang mau menikah di Lebak Cawéné. Jangan sampai berlebihan, sebab nanti telaga akan banjir! Silahkan pergi! Ingat! Jangan menoleh kebelakang!”
(5). “Kalian yang di sebelah utara! Dengarkan! Kota takkan pernah kalian datangi, yang kalian temui hanya padang yang perlu diolah. Keturunan kalian, kebanyakan akan menjadi rakyat biasa. Adapun yang menjadi penguasa tetap tidak mempunyai kekuasaan. Suatu hari nanti akan kedatangan tamu, banyak tamu dari jauh, tapi tamu yang menyusahkan. Waspadalah!”
Bandingkan dengan hadits berikut :
Abdullah bin Hawalah Azdy berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kalian akan menjadi pasukan-pasukan­ perang, satu pasukan di Syam, satu pasukan di Iraq dan satu pasukan di Yaman.” Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, pilihkan untukku!” Rasulullah menjawab, “Pilihlah Syam, dan barangsiapa yang enggan maka hendaklah ia bergabung dengan dengan Yaman dan meminum dari kolam-kolam air Yaman. Sesungguhnya Allah telah menaungi Syam dan penduduknya.” (HR. Shahih Ibnu Hibban no. 7306)
dari manuskrip uga siliwangi diatas bermaksud untuk mengartikan hadits keutamaan negeri syam diatas, berikut pembahasannya :
makna dari kata hadits : “Sesungguhnya kalian akan menjadi pasukan-pasukan­ perang, adalah arti dari manuskrip uga sili wangi no 1 diatas.

makna dari kata hadits : “satu pasukan di Syam, satu pasukan di Iraq dan satu pasukan di Yaman.” Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, pilihkan untukku!” 
adalah arti dari manuskrip uga sili wangi no 2 diatas.

makna dari kata hadits : “Rasulullah menjawab, “Pilihlah Syam
adalah arti dari manuskrip uga sili wangi no 3 diatas (syam berada di Timur)

makna dari kata hadits : “dan barangsiapa yang enggan maka hendaklah ia bergabung dengan dengan Yaman dan meminum dari kolam-kolam air Yaman.”
adalah arti dari manuskrip uga sili wangi no 4 diatas (telaga dan banjir bermakna meminum dari kolam2 air yaman)

makna dari kata hadits : Sesungguhnya Allah telah menaungi Syam dan penduduknya.”
adalah arti dari manuskrip uga sili wangi no 5 diatas (“…dan penduduknya” yg bermaksud daerah di utara negeri syam yg akan insya Allah akan ALLAH SWT lindungi melalui malaikat2nya dari perang besar)

wallahu’alam…
Lihat dan pahami lagi manuskrip uga siliwangi yg lain berikut :
”Ti mimiti poé ieu, Pajajaran leungit ti alam hirup. Leungit dayeuhna, leungit nagarana. Pajajaran moal ninggalkeun tapak, jaba ti ngaran pikeun nu mapay. Sabab bukti anu kari, bakal réa nu malungkir! Tapi engké jaga bakal aya nu nyoba-nyoba, supaya anu laleungit kapanggih deui. Nya bisa, ngan mapayna kudu maké amparan. Tapi anu marapayna loba nu arieu-aing pang pinterna. Mudu arédan heula.”

  • “Semenjak hari ini, Pajajaran hilang dari alam nyata.(syam hilang sejarahnya di waktu yg akan datang, karena akan dimanipulasi). Hilang kotanya, hilang negaranya. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak,(syam tidak akan meninggalkan jejak kebenaran sejarah) selain nama untuk mereka yang berusaha menelusuri.(nama syam dari hadits dan tafsiran AL-Qur’an, yg banyak dimanipulasi oleh kaum zionis yg berkonspirasi dengan kerajaan arab saudi) Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak!(bukti bahwa indonesia adalah syam, saba adalah daerah di negeri syam, madinah adalah pulau jawa, damaskus adalah ibukota dari negeri syam, dan Ghuthah adalah nama tempat di ibukota damaskus) tapi suatu saat akan ada yang mencoba, supaya yang hilang bisa ditemukan kembali. Bisa saja, hanya menelusurinya harus memakai dasar.(menelusuri dengan dasar dalil dari AL-Qur’an, AL-Hadits dan pembeda mana yg haq dan mana yg bathil) Tapi yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong. Dan bahkan berlebihan kalau bicara.(mungkin yg dimaksud disini adalah ahli sejarah indonesia yg sombong karena memanipulasi sejarah agar bisa dijual melalui film2/drama2 lihat film damarwulan, apakah terlihat berlebihan? yg tentu saja jika sejarah yg asli yg sbenarnya berbau peradaban islam paling besar pihak barat atau asing akan langsung menganggap indonesia adalah negeri teroris)”

wallahu’alam..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s