SEJARAH ISLAM DI INDONESIA Bag.6

Walisongo adalah orang-orang yang terdapat dalam ayat AL-Qur’an

﴾ An Naml:47 ﴿
Mereka menjawab: “Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu”. Shaleh berkata: “Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji”.
﴾ An Naml:48 ﴿
Dan adalah di kota itu sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan.

berikut fakta tentang ajaran walisongo yg tidak ada di ajaran islam :
Menurut cerita, Sebelum menjadi Walisongo, Raden Said adalah seorang perampok yang selalu mengambil hasil bumi di gudang penyimpanan Hasil Bumi. Dan hasil rampokan itu akan ia bagikan kepada orang-orang yang miskin. Suatu hari, Saat Raden Said berada di hutan, ia melihat seseorang kakek tua yang bertongkat. Orang itu adalah Sunan Bonang. Karena tongkat itu dilihat seperti tongkat emas, ia merampas tongkat itu. Katanya, hasil rampokan itu akan ia bagikan kepada orang yang miskin. Tetapi, Sang Sunan Bonang tidak membenarkan cara itu. Ia menasihati Raden Said bahwa Allah tidak akan menerima amal yang buruk. Lalu, Sunan Bonang menunjukan pohon aren emas dan mengatakan bila Raden Said ingin mendapatkan harta tanpa berusaha, maka ambillah buah aren emas yang ditunjukkan oleh Sunan Bonang. Karena itu, Raden Said ingin menjadi murid Sunan Bonang. Raden Said lalu menyusul Sunan Bonang ke Sungai. Raden Said berkata bahwa ingin menjadi muridnya. Sunan Bonang lalu menyuruh Raden Said untuk bersemedi sambil menjaga tongkatnya yang ditancapkan ke tepi sungai. Raden Said tidak boleh beranjak dari tempat tersebut sebelum Sunan Bonang datang. Raden Said lalu melaksanakan perintah tersebut. Karena itu,ia menjadi tertidur dalam waktu lama. Karena lamanya ia tertidur, tanpa disadari akar dan rerumputan telah menutupi dirinya. Tiga tahun kemudian, Sunan Bonang datang dan membangunkan Raden Said. Karena ia telah menjaga tongkatnya yang ditanjapkan ke sungai, maka Raden Said diganti namanya menjadi Kalijaga. Kalijaga lalu diberi pakaian baru dan diberi pelajaran agama oleh Sunan Bonang. Kalijaga lalu melanjutkan dakwahnya dan dikenal sebagai Sunan Kalijaga.

﴾ Saba’:40 ﴿
Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: “Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?”.
﴾ Saba’:41 ﴿
Malaikat-malaikat itu menjawab: “Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”.

Apakah tidak janggal, kenapa dipulau jawa ini dan bali, yg penduduknya mayoritas islam setelah sepeninggalan ajaran para walisongo, kaum muslimin bukannya menerapkan syariat ahlus sunnah wal jamaah, malah kebanyakan dari mereka menanamkan syirik (menyekutukan Allah) didalam agama mereka, contoh memiliki khadam padahal dirinya mengaku islam dan mengerti hukum syirik, memiliki indera keenam tetapi dengan kelebihannya itu malah membuatnya syirik (karena jin yg memberitahu semua kejadian masa depan), sementara dia mengaku islam dan mengerti dosa syirik, kemudian yg sudah terbukti dimakam “walisongo” kebanyakan dari mereka yg berziarah yg mengaku beriman malah meminta do’a dari orang yg sudah dikubur (mengambil air zam2 musyrik dari makam) Itu sama sekali tidak ada didalam ajaran islam “aswaja”. Sudah jelas2 para walisongo lah yg mengajarkan itu semua, mengajarkan kita untuk menyekutukan ALLAH SWT dengan menyembah jin (meminta keberkahan, keselamatan kepada jin yg ada di khadam, indera keenam atau mata batin yg berasal dari jin kafir).
Ketahuilah bahwa syirik adalah dosa besar diurutan pertama. Dan asal kesyirikan bermula dari pengkultusan terhadap kuburan. Simaklah penuturan beberapa ulama dari madzhab Syafi’i yang melarang keras mengagungkan kuburan.
Sayangnya, Umat Islam di Indonesia yang mayoritas bermadzhab Syafi’i seperti acuh terhadap perkataan ulama mereka dan bahkan seolah olah menentang perkataan ulama mereka sendiri yang harusnya mereka hormati.
Ulama besar ahli tafsir yang bermadzhab syafi’i, Imam al-Hafidz Ibnu Katsir berkata:
“Asal penyembahan terhadap berhala adalah sikap berlebihan (dalam mengagungkan) kuburan dan penghuninya”. Al-Bidayah wan Nihayah : X/703)
Imam Nawawi menjelaskan :
“Barangsiapa terbetik dalam benaknya bahwa mengusap dengan tangan dan semisalnya lebih mendatangkan barakah, maka keyakinan itu tidak lain bersumber dari kebodohan dia dan kelalaiannya sebab keberkahan itu hanya bisa didapat dengan melaksanakan syariat. Bagaimana mungkin keutamaan diupayakan dengan perbuatan yang bertolak belakang dengan kebenaran ?! (Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab:VIII/275)
Imam al-Ghazali (w.505H) berkata : “Sesungguhnya mengusap dan mencium kuburan merupakan adat kaum yahudi dan nasrani”. (Ihya’ Ulumuddin I/254).
Dan dalam kitabnya yang sangat bagus al-Maqrizi asy-Syafi’i (w. 845 H) berkata:
“Syirik dalam bentuk perbuatan seperti sujud kepada selain Allah, Thawaf bukan di Baitullah (Ka’bah), Mencukur rambut dalam rangka beribadah dan tunduk kepada selain Allah, mencium batu selain hajar aswad yang ia sebelah kanan Allah di bumi , mencium kuburan atau mengusapnya dan sujud kepadanya”. (Tajridut Tauhid al-Mufid hal. 31).
Sayangnya, Umat Islam di Indonesia yang mayoritas bermadzhab Syafi’i yang berusaha memutarbalikan kata-kata imam mereka sendiri.

﴾ Al Maidah:104 ﴿
Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul”. Mereka menjawab: “Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya”. Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?.
﴾ Al A’raf:70 ﴿
Mereka berkata: “Apakah kamu datang kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh nenek moyang kami? maka datangkanlah azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar”.

kemudian ada yg menyalahi syari’at Islam yg diajarkan oleh rosulullah saw. yaitu, ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dalam mengenalkan Islam. Ia menggunakan seni ukir, wayang, gamelan, serta seni suara suluk sebagai sarana dakwah. Beberapa lagu suluk ciptaannya yang populer adalah Ilir-ilir dan Gundul-gundul Pacul.

Lihatlah Hadits berikut betapa MURKANYA ALLAH SWT terhadap orang2 yg bermain musik, walaupun itu digunakan untuk berdakwah :
Dari Abdurrahman bin Ghanm al-Asy’ari, dia berkata: “Abu ‘Amir atau Abu Malik Al-Asy’ari telah menceritakan kepadaku, demi Allah SWT dia tidak berdusta kepadaku, dia telah mendengar Nabi shallallahu’laihi wa sallam bersabda: “Benar-benar akan ada beberapa kelompok orang dari umatku akan menghalalkan kemaluan (yakni zina), sutera, khamr, dan alat-alat musik. Dan beberapa kelompok orang benar-benar akan singgah ke lereng sebuah gunung dengan binatang ternak mereka. Seorang yang miskin mendatangi mereka untuk satu keperluan, lalu mereka berkata: “Kembalilah kepada kami besok.” Kemudian Allah SWT membinasakan mereka pada malam hari dan menimpakan gunung (kepada sebagain mereka), serta merobah yang lainnya menjadi kera-kera dan babi-babi sampai hari Kiamat. (HR. Bukhari)
Rosululloh shallallahu’laihi wa sallam bersabda: “Sekelompok orang dari umatku benar-benar akan minum khamr, dan mereka akan menamakan khamr dengan nama lain. Di atas kepala mereka akan dimainkan alat-alat musik dan penyanyi-penyanyi wanita. Allah SWT akan mem-benamkan mereka ke dalam bumi, dan menjadikan yang lainnya menjadi kera-kera dan babi-babi.” (HR. Bukhari, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan al-Baihaqi)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tegas mengharamkan musik dalam sabdanya :
لَيَكُوْنَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّوْنَ الْحِرَ وَالْحَرِيْرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفِ
“Sungguh akan ada dari umatku kaum-kaum yang menghalalkan zina, kain sutra (bagi lelaki), khamer (segala sesuatu yang memabukkan), dan alat-alat musik” (HR Al-Bukhari)
dengan begini apakah kalian tidak sadar2 juga??
Kemudian Banyak yg berpendapat bahwa sunan kalijaga itu sedang membaca do’a ashabul kahfi :
(ingatlah) tatkala pemuda2 itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdo’a : wahai tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yg lurus dalam urusan kami (ini).” (AL-Kahfi ayat 10).

Doa diatas dibaca hanya untuk para pemuda ashabul kahfi saat memasuki goa, mereka berlindung ke dalamnya karena khawatir akan keselamatan agama mereka karena raja dan para umatnya yg berkuasa didaerah tempat tinggal mereka membenci dan memusuhi keyakinan para ashabul kahfi. Tidak ada diajaran islam tidur hingga bertahun-tahun sedang kesadarannya dibawa oleh jin ke alam gaib, sehingga disaat dia bangun waktu seakan cepat berlalu, sehingga tongkatnya pun berlumutan. Dan Doa ashabul kahfi adalah doa yg dipakai untuk mereka yg membutuhkan perlindungan ALLAH SWT atau dalam keadaan bahaya, sementara sunan kalijaga menjaga tongkatnya sementara dia bersemedi dan tertidur hingga bertahun-tahun di kali itu padahal dia tidak dalam keadaan bahaya yg terpojokkan seperti para pemuda ashabul kahfi itu adalah sesat, islam tidak mengajarkan hal itu, hingga ia meninggalkan sholat dan kehidupan dunia selama bertahun-tahun untuk kemaslahatan dirinya sendiri (agar dia sakti), sementara disaat itu sunan kalijaga belum mempunyai raja atau umat untuk diajarkan/disadarkan, itu sama saja ilmu kesaktiannya itu hanya untuk dirinya sendiri, sementara para pemuda ashabul kahfi berdoa dan tertidur hanya untuk kemaslahatan umat2 yg lain dan menyadarkan raja, dan yg telah membenci para pemuda itu.
ALLAH SWT murka atas kedurhakaan bangsa saba (Indonesia), mereka mendustakan ayat-ayat ALLAH SWT dan menganggapnya sihir yg diada-adakan, sehingga ALLAH SWT pun tidak meridhoi peradaban islam di Indonesia dikarenakan orang-orang Indonesia terdahulu tidak bersyukur akan kebesaran ALLAH SWT dan mensyukuri nikmatNYA, banjir besar pun datang sebagai pertanda murka ALLAH SWT :
(Saba’:16 )
Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr.

“Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan dengan aman” (QS AS-Saba ayat 18). Pulau-pulau di Indonesia pun terpisah-pisah, yg tadinya bersatu.
semua ini adalah bagian dari Rukun Iman, dan yg terkhusus Rukun Iman ke-3 yaitu AL-Qur’an, percayalah Rukun Iman, kita sebagai umat muslim yg beriman kepada yg ghaib (ALLAH SWT & para Malaikat) harus mempertanyakan, kenapa dahulu di negeri ini banyak sekali terjadi bencana alam yg dahsyat? untuk apa bencana alam yg dahsyat itu seperti meletusnya gunung krakatau purba, gunung toba, gunung sunda, dan gunung2 lain, juga tsunami super dahsyat yg bisa memisahkan  pulau2 di Indonesia yg tadinya satu pulau yg sangat besar dan luas, juga kita harus mempertanyakan benarkah negeri ini ialah negeri syam atau atlantis? kita telah mengenal negeri kita ini yg dimana terdapat mayoritas umat muslim terbesar di dunia, sementara itu negeri kita sangat subur tanahnya dikarenakan negeri kita berdiri di garis khatulistiwa, kaya akan flora dan fauna, juga memiliki hasil tambang terbaik di dunia. lihat hadits2 tentang kutamaan negeri syam berikut :
1. Abdullah bin Amr bin Ash berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kebaikan itu ada sepuluh persepuluh (10/10). Sembilan persepuluhnya (9/10) berada di Syam, sepersepuluhnya (1/10) untuk selain Syam. Kejahatan itu sepuluh persepuluh. Sepersepuluhnya berada di Syam dan sembilan persepuluhnya di seluruh negeri. Apabila penduduk Syam telah rusak maka tidak ada kebaikan lagi padamu.” (HR. Ibnu ‘Asaakir, 1/154)

طُوبَى لِلشَّامِ. فَقُلْنَا : لأَيٍّ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : لأَنَّ مَلَائِكَةَ الرَّحْمَنِ بَاسِطَةٌ أَجْنِحَتَهَا عَلَيْهَا

2. “Kebaikan pada negeri Syam.’ Kami bertanya, ‘Mengapa wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda: ‘Karena Malaikat rahmah (pembawa kebaikan) mengembangkan sayap di atasnya.”
(HR. Tirmizi, no. 3954, beliau berkomentar, haditsnya hasan Gharib. Imam Ahmad dalam Al-Musnad, 35/483. Cetakan Muassasah Ar-Risalah,   dishahehkan oleh para peneliti. Dishahihkan pula oleh Syekh Al-Albany dalam kitab ‘As-Silsilah As-Shahihah no. 503)
3. Zaid bin Tsabit berkata bahwa suatu hari Rasulullah bersabda ketika para sahabat berada bersama beliau, “Beruntunglah negeri Syam, sesungguhnya malaikat Rahman membentangkan sayapnya di negeri tersebut”. (HR. Ibnu Hibban no. 7304)
4. Abdullah bin Hawalah Azdy berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kalian akan menjadi pasukan-pasukan­ perang, satu pasukan di Syam, satu pasukan di Iraq dan satu pasukan di Yaman.” Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, pilihkan untukku!” Rasulullah menjawab, “Pilihlah Syam, dan barangsiapa yang enggan maka hendaklah ia bergabung dengan dengan Yaman dan meminum dari kolam-kolam air Yaman. Sesungguhnya Allah telah menaungi Syam dan penduduknya.” (HR. Shahih Ibnu Hibban no. 7306)
5. Imam Izz bin Abdussalam berkata, “10.000 mata yang melihat Nabi Muhammad SAW masuk negeri Syam tatkala mereka (para sahabat) mengetahui keutaman negeri Syam dibandingkan negeri yang lain.”
6. Abu Darda berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ketika aku tidur tiba-tiba aku melihat tiang kitab diambil dari bawah kepalaku. Aku melihatnya dibawa pergi dan aku pun mengikutinya dengan dua pandanganku. Kemudian tiang itu ditegakkan di Syam. Ketahuilah bahwa sesungguhnya iman berada di syam ketika terjadi Fitnah.” (HR. Ahmad no. 21781)
7. Qurroh bin Iyas berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila penduduk Syam telah rusak maka tidak ada kebaikan pada kalian. Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang selalu beruntung tanpa terganggu dari orang-orang yang menipu mereka hingga hari kiamat (hari pembalasan).” (HR. Tirmizi no. 2351)
8. Ka’ab Ahbar, salah seorang sahabat ahli kristologi berkata, “Di baris pertama dalam Taurat terukir Muhammad bin Abdullah hamba-Ku pilihan, penuh sopan santun, tidak kasar, tidak berteriak-teria­k di pasar dan tidak membalas keburukan dengan keburukan tetapi pemaaf dan pengampun, kelahiran Makkah, hijrahnya ke Thaibah dan kerajaannya di Syam.”
“Ummatnya hammadun (suka memuji), yaitu memuji Allah SWT dalam keadaan senang dan susah, mengumandangkan­ tahmid di setiap turunan jalan, mengumandangkan­ takbir di setiap tanjakan jalan, selalu memperhatikan peredaran matahari, sholat di waktu yang telah ditentukan walaupun mereka di puncak pembuangan sampah, memakai sarung sampai di pertengahan betis, selalu membasuh anggota wudhu dan suara-suara mereka di malam hari bagaikan suara lebah menggema.” (HR. Darimi no. 7)
9. Imam Izz bin Abdussalam berkata, “Apa yang disebutkan Ka’ab sesuai dengan kenyataan yang ada, sesungguhnya kekuatan di kerajaan Islam, sebagian besar pasukannya yang berani di negeri Syam.” (Lihat: Targhib Ahlil- Islam Fi Sukna Biladisy-Syam hal. 5)
10. Abu Dzar bekata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Syam bumi kebangkitan.” (HR. Bazzar no. 3965 & Ahmad no. 27629)
11. Damaskus ibu kota Syam
Abu Umamah berkata, Rasulullah SAW membaca ayat, “Dan kami tempatkan mereka di dataran tinggi yang mendatar dan yang menyimpan air” (QS. Al-Mu’minun: 50). Beliau bertanya, “Apakah kalian mengetahui dimana tempat itu?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau melanjutkan, “Tempat itu di negeri Syam, bumi yang dinamakan Ghuthah, di sebuah kota yang disebut Damaskus. Ia adalah kota yang terbaik di negeri Syam.” (HR. Tamam Rozi no. 915)

12. Salah seorang sahabat Rasulullah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Syam akan terbuka untuk kamu. Jika kamu diberi pilihan tempat tinggal, maka pilihlah tempat tinggal di kota yang bernama Damaskus. Ia adalah benteng Muslimin dari pertempuran dan kekuatan mereka bersumber dari sana di tempat yang bernama Ghuthah.” (HR. Ahmad no. 17470)
13. Abu Darda berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesunguhnya kekuatan Muslimin pada waktu itu di Ghuthah, di samping kota yang bernama Damaskus yang paling terbaik di negeri Syam.” (HR. Abu Daud no. 4300)
14. Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika terjadi pertempuran besar maka Allah mengutus utusannya dari berbagai lapisan masyarakat, mereka memiliki kuda terbaik dan senjata perang terhebat, dan Allah mengkokohkan agama ini dengan mereka.” (HR. Ibnu Majahno. 4080)
15. Nawwas bin Sam’an berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Isa bin Maryam akan turun di menara putih timur Damaskus.” (HR. Muslim no. 7560)

16. “Sebagian umatku ada yang selalu melaksanakan perintah Allah, tak terpengaruh orang yang menggembosi dan tidak pula orang yang berseberangan hingga datang keputusan Allah, dan mereka senantiasa dalam keadaan demikian. Mu’adz berkata: dan mereka ada di Syam.(HR.Bukhari)
17. Salamah bin Nufail berkata: aku datang menemui Nabi saw dan berkata: aku bosan merawat kuda perang, aku meletakkan senjataku dan perang telah ditinggalkan para pengusungnya, tak ada lagi perang. Nabi saw menjawab: Sekarang telah tiba saat berperang, akan selalu ada satu kelompok di tengah umatku yang unggul melawan musuh-musuhnya, Allah sesatkan hati-hati banyak kalangan untuk kemudian kelompok tersebut memerangi mereka, dan Allah akan memberi rizki dari mereka (berupa ghanimah) hingga datang keputusan Allah (Kiamat) dan mereka akan selalu demikian adanya. Ketahuilah, pusat negeri Islam adalah Syam. Kuda perang terpasang tali kekang di kepalanya (siap perang), dan itu membawa kebaikan hingga datangnya Kiamat. (HR. Imam Ahmad)
18. “Al-Masih Dajjal akan datang dari arah timur, ia menuju Madinah, hingga berada di balik Uhud, ia disambut oleh malaikat, maka malaikat membelokkan arahnya ke Syam, di sana ia dibinasakan, di sana dibinasakan.” (HR. Imam Ahmad)
19. Kalian akan dikumpulkan di sana – tangannya menunjuk ke Syam – jalan kaki atau naik kendaraan maupun berjalan terbalik (kepala di bawah) … “(HR. Imam Ahmad)
banyak kebaikan di negeri kita ini tanpa kita sadari, dan admin mengerti maksud hadits no 1 dan 2 diatas yg mengatakan ‘Karena Malaikat rahmah (pembawa kebaikan) mengembangkan sayap di atasnya.”maksudnya adalah “Garis khatulistiwa” yg dapat menyuburkan tanahnya, yg menumbuhkan tanaman2nya dengan musim2 tertentu seperti musim hujan dan kemarau yg dibawa oleh malaikat rahmah, dari hadits2 diatas ternyata perang akhir zaman akan dimulai dari negeri SYAM ini dari negeri kita ini, di negeri mayoritas muslim terbesar di dunia yg berada di paling timur jauh dari pusat bumi (ka’bah), dari hadits no 5 diatas ternyata para sahabat rasulullah SAW pernah ke negeri ini setelah mereka mendengar keutamaan negeri SYAM yg istimewa dibandingkan negeri2 lain, di hadits no 6 diatas makna “tiang kitab” disini bermaksud “ARSY borobudur” yg dipindahkan oleh ahli kitab yg sejajar dengan hajar aswad dan rukun Syam (seperti yg dijelaskan tentang borobudur versi AL-Qur’an diatas dan di buku flying book K.H Fahmi basya), itu juga bermaksud dimana letak negeri Syam, pahami secara mendalam hadits2 berikut yg berhubungan dengan ARSY borobudur, tiang kitab, negeri SYAM dan madinah berikut :
Sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam,
أَلَا أُخْبِرُكَ بِرَأْسِ الْأَمْرِ كُلِّهِ وَعَمُودِهِ وَذِرْوَةِ سَنَامِهِ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلَامُ وَعَمُودُهُ الصَّلَاةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ.
“Sukakah engkau kabarkan  yang menjadi ketua (kepala) segala urusan (pekerjaan), tiang-tiangnya (penguat-penguatnya) dan puncak ketinggiannya?” Aku (Mu’adz bin Jabbal) berkata: “Baiklah ya Rosulullah.” Sabdanya: “Kepala segala urusan ialah Islam, tiang-tiang penguatnya ialah sholat dan puncak ketinggiannya ialah al-Jihad.” (HR. Tirmidzi, hadits hasan shahih)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s