SEJARAH ISLAM DI INDONESIA Bag.7

Apakah hadits diatas yg berhubungan dengan tiang kitab ini ternyata adalah tentang sholat? lalu apa hubungannya tiang kitab (arsy borobudur  AL-Qur’an) dengan sholat? dari sini kita harus melihat dan memahami hadits berikut :

حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوْخَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيْزِ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ دِيْنَارٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ ح وَحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ وَاللَّفْظُ لَهُ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ دِينَارٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ:
بَيْنَمَا النَّاسُ فِي صَلاَةِ الصُّبْحِ بِقُبَاءٍ إِذْ جَاءَهُمْ آتٍ فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ أُنْزِلَ عَلَيْهِ اللَّيْلَةَ وَقَدْ أُمِرَ أَنْ يَسْتَقْبِلَ الْكَعْبَةَ فَاسْتَقْبَلُوْهَا وَكَانَتْ وُجُوْهُهُمْ إِلَى الشَّامِ فَاسْتَدَارُوْا إِلَى الْكَعْبَةِ
13 – (526)

Telah menceritakan kepada kami Syaiban bin Farrukh telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muslim telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Dinar dari Ibnu Umar –Lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’iddan lafazh tersebut miliknya, dari Malik bin Anas dari Abdullah bin Dinar dari Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu  dia berkata:
“Ketika orang-orang dalam shalat Shubuh di Quba’, tiba-tiba seseorang mendatangi mereka seraya berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam telah diturunkan wahyu atas beliau pada suatu malam, dan beliau telah diperintahkan untuk berkiblat menghadap Ka’bah, maka kalian menghadap kiblatlah, dan sebelumnya mereka menghadap ke Syam, maka mereka memutar menghadap Ka’bah
(Shahih Muslim 526-13)
dari hadits diatas kita telah mengetahui bahwa hubungan tiang kitab (arsy borobudur  AL-Qur’an yg berada di negeri syam ini) dengan sholat, adalah ternyata dahulu negeri Syam ini mempunyai tiang sholat atau kiblat, apakah yg dimaksud dengan hal ini adalah kiblat baitul maqdis? dari sini kita harus melihat dan mentadaburi suroh berikut :
Al Baqarah:142 ﴿
Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: “Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus”.
Al Baqarah:143 ﴿
Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.
pahamilah suroh AL-Baqarah ayat 142 diatas yg mengatakan bahwa “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat…”, karena baitul maqdis itu ada di timur dan borobudur pun juga terdapat di negeri yg mayoritas muslim terbesar didunia yg berada di paling timur, baitul maqdis atau juga disebut masjidil aqsha ini jika kita artikan masjidil = masjid/tempat ibadah aqsha=jauh/terjauh, coba bandingkan masjidil aqsha yg ada di palestina itu dengan borobudur AL-Qur’an di paling timur ini yg sejajar dengan hajar aswad dan rukun syam yg berada jauh dari pusat bumi ka’bah dibarat. dan kita harus mempertanyakan apa sebabnya kiblat baitul maqdis itu dipindahkan menjadi ke arah kiblat baitullah ka’bah? apakah ada hubungannya dengan akhir zaman? kita harus melihat dan memahami hadits berikut :

Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah bersabda menceritakan silsilah kejadian akhir zaman,

عِمْرَانُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ خَرَابُ يَثْرِبَ, وَخَرَابُ يَثْرِبَ خُرُوْجُ الْمَلْحَمَةِ, وَخُرُوْجُ الْمَلْحَمَةِ فَتْحُ قَسْطَنْطِيْنِيَّةَ, وفَتْحُ قَسْطَنْطِيْنِيَّةَ خُرُوْجُ الدَّجَّالِ
“Pembangunan Baitul Maqdis adalah (waktu) hancurnya kota Madinah. Hancurnya kota Madinah adalah (waktu) munculnya perang besar. Munculnya perang besar adalah (waktu) direbutnya Qostantiniyah (kerajaan Romawi). Direbutnya Qostantiniyah (kerajaan Romawi) adalah (waktu) keluarnya Dajjal“. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (4294), Ahmad dalam Musnad-nya (22076 & 22174), Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (8297), Ath-Thobroniy dalam Al-Kabir (214), dan lainnya. Hadits ini di-hasan-kan oleh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (5424)]
Al-Allamah Syamsul Haq Al-Azhim Abadi-rahimahullah- berkata dalam menegaskan makna hadits ini, “Pendapat yang paling benar, Yang dimaksud dengan pembangunan Baitul Maqdis adalah kesempurnaan dalam hal pembangunan, yaitu pembangunan baitul Maqdis secara sempurna lagi melebihi batas, saat hancurnya kota Madinah, karena Baitul Maqdis tak akan hancur“. [Lihat Aunul Ma’bud (11/270)]
maksud dari hadits diatas adalah jika sejarah pembangunan baitul maqdis telah terbongkar, maka sudah dekatlah hancurnya kota madinah dan munculah perang besar akhiz zaman…
dan pahamilah suroh AL-Baqarah ayat 143 diatas yg mengatakan “…Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah..” maksud dari “
siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot” adalah siapa diantara kita umat rosulullah SAW yg bisa mengenali mana yg Haq dan mana yg bathil, siapa yg bisa memecahkan sejarah yg sebenarnya kiblat baitul maqdis yg dijadikan “buah bibir” itu atau yg di samarkan itu, berarti orang itu telah diberi petunjuk yg lurus oleh ALLAH SWT dan
Allah swt tidak akan menyia-nyiakan iman atau amalan orang itu (disini bukan berarti hanya admin saja yg bisa mengungkap sejarah besar ini, tetapi semua orang jika bisa jika ada kemauan dan semangat di jalan Allah SWT untuk mengungkap sejarah ini). kita pahami lagi makna dari kata “…
Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah..” kita telah mengetahui dari pembahasan borobudur AL-Qur’an diatas bahwa ada seorang dari ahli kitab yg bisa memindahkan ARSY borobudur yg “sangat berat” itu dengan kecepatan cahaya, yg beliau ini pasti kedudukannya dekat dengan Allah SWT sehingga mendapat petunjuk dari Allah SWT untuk memindahkan ARSY borobudur itu,

Berikut hadits dan suroh yg menguatkan borobudur adalah Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsha :
Dari Ibnu Abbas, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: Ketika malam aku diisra’kan dan subuhnya aku telah sampai di Makkah, aku mengkhawatirkan urusanku, dan aku tahu bahwasanya manusia akan mendustakanku. Kemudian aku duduk bersedih hati.
Ia Ibnu Abbas) berkata: Kemudian melintaslah musuh Allah, Abu Jahl. Dia datang sehingga duduk di dekat beliau, kemudian berkata kepada beliau: Kamu tampak bersedih, apakah ada sesuatu? Rasulullah SAW pun menjawab: Ya. Dia berkata: Apa itu? Beliau menjawab: Sesungguhnya aku diisra’kan malam tadi. Dia berkata: Ke mana? Beliau menjawab: Ke Bait al-Maqdis. Dia bertanya: Kemudian engkau subuh sudah ada di hadapan kami (di Makkah ini)? Beliau jawab: Ya. Ia berkata: Namun dia tidak menampakkan sikap bahwa dia mendustakannya karena takut beliau tidak mau menceritakan hal itu lagi jika kaumnya dipanggilkannya. Dia berkata: Tahukah engkau, jika engkau hendak mendakwahi kaummu, kau harus kisahi mereka apa yang barusan kau ceritakan padaku. Rasulullah SAW pun menjawab: Ya.
Kemudian dia berseru: Kemarilah wahai penduduk Bani Ka’ab bin Lu`ai! Lalu mereka berkumpul kepadanya datang sampai duduk mengelilingi keduanya. Dia berkata: Kisahi kaummu apa yang telah engkau kisahkan kepadaku. Rasulullah SAW pun berkata: Sesungguhnya malam tadi aku diisra’kan. Mereka bertanya: Ke mana? Kujawab: Ke Bait al-Maqdis. Mereka bertanya: Kemudian subuh engkau berada di depan kami. Beliau menjawab: Ya.
Ia (Ibnu Abbas) berkata: Maka ada yang bersorak dan ada yang meletakkan tangannya di atas kepala heran atas kebohongan itu (menurut mereka). Mereka berkata: Dan apakah engkau dapat menyifatkan kepada kami masjid itu? Dan di antara penduduk ada yang pernah pergi ke negeri itu dan pernah melihat masjid itu. Maka Rasulullah SAW bersabda: “Maka aku mulai menyebutkan ciri-cirinya dan tidaklah aku berhenti menyifatkan sehingga aku lupa beberapa cirinya.” Beliau bersabda: “Lantas didatangkanlah masjid sampai diletakkan tanpa kesamaran sehingga aku dapat melihatnya (Masjidil Aqsha/Baitul Maqdis di Depan mata). Maka aku menyifatkannya dengan melihat hal itu.”
Ia berkata: Dan sampai ini, ada sifat yang tidak aku hafal.
Ia berkata: Kemudian ada kaum yang berkata: “Adapun sifat tersebut, demi Allah, ia benar.”

HR Ahmad (2680). Disahkan al-Albani dalam ash-Shahihah (VII: 3021).
﴾ An Naml:40 ﴿
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.

,di hadits no 8 ternyata kerajaan rasulullah SAW berada di negeri kita ini, di hadits no11 menyatakan bahwa ternyata damaskus adalah ibu kota Syam, mungkin yg dimaksud adalah “Jakarta”, ketahuilah bahwa damaskus yg berada di luar negeri sana bukanlah damaskus yg sebenarnya termasuk juga daerah “Ghuthah”, karena damaskus di luar negeri sana baru di resmikan namanya pada saat runtuhnya khilafah, itu dilakukan agar khilafah tidak bangkit kembali oleh para zionis, lihat kota damaskus “jakarta” banyak di kota ini elemen2 masyarakat muslim yg terdiri dari ormas2 atau kelompok2 islam..
(catatan: coba bandingkan hadits tentang keutamaan negeri syam diatas dengan keutamaan madinah, karena admin mempunyai firasat bahwa negeri syam dan madinah saling berhubungan 1 sama lain melalui fakta2 di dalam hadits2nya, dan sepertinya negeri2 akhir zaman dan madinah yg ada di timur tengah yg selama ini kita ketahui itu telah di manipulasi oleh kekuasaan bangsa arab yg bekerja sama dengan kaum zionis eropa pada saat runtuhnya khilafah dahulu, ada kemungkinan ini disebabkan para zionis tidak mau khilafah bangkit kembali, dan dikarenakan bangsa arab dahulu juga menyatakan bahwa khalifah utsmani di turki itu telah durhaka atas penguasaan negeri2 arab dengan pihak kerajaan arab saudi, maka dari itu pihak kerajaan arab saudi berkonspirasi dengan kaum zionis untuk memanipulasi daerah2 arab sehingga terpecah menjadi beberapa negara, yg kemudian negara2 yg telah terpecah ini sebagiannya dinamai seperti negeri2 akhir zaman juga beserta kota2nya, yg sebenarnya negeri2 akhir zaman berada di Indonesia dan juga termasuk kota madinahnya, serta mereka juga merubah semua tafsir AL-Qur’an dan hadits tentang negeri akhir zaman, semisal negeri saba dalam tafsir arab saudi adalah negeri yaman di timur tengah yg sebenarnya adalah nama wilayah di pulau jawa) wallahu’alam..

Doa Rasulullah untuk negeri Syam
Ibnu Umar berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Ya Allah, berkahilah kami dalam negeri Syam dan negeri Yaman.” Sebagian sahabat berkata, “Dan negeri Najd (dalam riwayat lain: Iraq)?” Beliau berkata, “Ya Allah, berkahilah kami dalam negeri Syam dan negeri Yaman.” Sebagian sahabat berkata, “Dan negeri Najd?” Beliau menjawab, “Di sana terdapat gempa, fitnah dan keluarnya tanduk syaitan.” (HR. Bukhari no. 990)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s